Postingan

Indonesia sedang sakit, harus segera diobati!

Gambar
80% negara demokrasi memang tidak bisa memastikan bahwa negara 100% dalam keadaan aman. Apalagi  memberikan ketertiban dan keamanan untuk rakyatnya. Banyak hak-hak konstitusional warga negara yang belum terakomodir secara penuh, baik dari top-down maupun button-up, merupakan suatu hal yang wajar ternyata Indonesia masih sedang belajar untuk mewujudkan negara demokrasi, sebab antara konsep ideal dengan praktik di lapangan kerap tak berjalan seimbang dan mengalami pergesekan. Ketidak seimbangan ini tentu disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari masyarakat hingga para pemegang kuasa. Idealisme masyarakat yang menganggap bahwa Dewan Perwakilan Rakyat adalah representasi suara, ide, dan kebutuhan rakyat telah mendarah daging dari hulu hingga hilir. Terjebak pada distribusi kekuasaan/ separation of power sehingga rakyat tak sadar bahwa Presiden sebagai lembaga eksekutif justru memiliki posisi sebagai wakil rakyat yang lebih besar porsinya. Perbandingan tersebut jauh lebih...

Cerita istri pengendara becak

Gambar
Menjelang senja tadi ada seorang ibu-ibu penjual bensin eceran. Saya duduk disamping beliau sembari menunggu seseorang. Ibu asli Jogja? Tanyaku pada si ibu. Tidak mba, saya asli Solo. Sudah sejak tahun 70-an tinggal di Jogja, memulai hidupnya dengan usaha menjual kue di pasar, apapun pekerjaan akan saya lakukan selagi bisa makan.  Tertarik mendengar kisah kehidupan beliau, saya mencoba menggali dengan berbagai pertanyaan. Beliau tumpahlah segala suka duka dan pengalaman hidup selama di Jogja. Mbak, saya tinggal di Jogja dulu ngekos, suami saya jual bensin eceran dan tukang tambal ban saya bantu suami jualan soto atau kue-kue basah di pasar. Dulu, rame sekali mahasiswa yang belanja ke tempat saya, tapi sekarang sudah jauh berubah. Lalu, sekarang ibu kerjanya apa? Saya jadi karyawan disalah satu toko kain mbak kadang-kadang masih jualan juga. Tiba-tiba beliau berkata yang sedikit tidak senang juga telinga ini mendengarkan, tapi apa daya ini adalah fakta:  saya ini bodoh mb...

Fatimah azzahra sebagai teladan

Gambar
Dulu diperlihatkan tentang ketangguhan seorang anak perempuan pada suatu zaman. Bagaimana ia kuat menahan godaan, bagaimana akhlak dicerminkan, kesungguhannya dalam belajar, kesholehan dan kesantunan yang menjadi teladan. Sehingga menjadi salah satu contoh pola pendidikan. Ia kuat karena melihat orang tuanya bekerja keras, bagaimana kesabaran dan tabahnya sang ayah ketika dihina dan difitnah, sehingga apa yang dilihatnya, dirasakannya, dan di dengarnya menjadikannya sebagai anak perempuan yang kuat. Bagaimana kasih sayangnya terhadap orang tua, ia doakan. Tidak kata orang tuanya ya tidak. Itulah bukti kepatuhan dan baktinya kepada sang ayah. Kuat hatinya menyebabkan ia kuat dalam menghadapi realita. Bahkan kuat dari godaan laki-laki yang menginginkannya, beberapa kali ia tolak pemuda yang datang padanya bukan karena ia jual mahal dan tidak suka. Tapi karena hatinya kuat untuk merasakan kenyataan dan realitas dunia. Dan mengapa ia mau pada akhirnya, karena perintah ayahnya dan Do'...

Feminisme ?

Gambar
Usai Bedah buku Feminisme Muslim di Indonesia bersama Ibu  Alimatul Qibtiyah Ph.D ( Anggota Majelis Tarjih Muhammadiyah & Dosen FDK UIN Sunan Kalijaga) yang merupakan hasil disertasi S3 beliau. Mba Tati (Ketua Immawati Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah D.I Yogyakarta sekaligus Masiswa S2 Kebijakan Publik UGM ). . . Ada hal yang seharusnya kita pahami secara historis, bahwa gerakan perempuan di Indonesia sudah lama adanya. Mulai dari sosok Cut Nyak Dien, kedudukan Bundo Kanduang di Sumatera Barat begitu pula dengan pejuang-pejuang muslimah seperti Rahmah El Yunisiyyah, dll. Perempuan Jawa seperti R.A Kartini, Dewi Sartika, dll. Ada organisasi gerakan perempuan seperti Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Fatayat, Kohati, PII Wati dan lain sebagainya. Semangat yang dibangun adalah untuk memberikan pendidikan dan pemberdayaan bagi perempuan, karena dalam perkara membaca dan menuntut ilmu Islam memberi porsi yang sama untuk menjadi perempuan yang lebih baik.  Secara substantif ada ni...

Indikasi iman

Gambar
Indikasi orang beriman adalah: Istigfar dan zikir. Yakni orang yang mengingat Allah dalam keadaan duduk, berdiri dan berbaring. Doa: 1.ilmu yang bermanfaat 2. Rizki yang baik 3. Amal yang diterima. Sesibuk apapun, jangan lupa meminta do'a ini kepada Allah. 1. Minta ilmu yang bermanfaat kepada Allah. Terutama Ilmu syar'i: lewat majelis, ceramah, membaca. Man salakan thariqan; menunjukkan sarana apapun yang bisa mengantarkan pada Ilmu. 2. Rizki yang baik: banyak yang menyempitkan makna rezki hanya sebatas finansial. Hari ini bisa beraktifitas dengan baik, punya keluarga yang bahagia, sehat fisik adalah rizki. Pastikan bahwa kita melewati n mndapati dengan cara yang baik. Karena Allah maha baik, maka Allah hanya menerima yang baik. 3. Diterimanya Amal: kita memohon kepada Allah agar amal sholeh yang kita laksanakna di terima oleh Allah. Karena kita tidak tau bobot amal yang mana yang dicintai oleh Allah. Ada zikir yang menarik dari Rasulullah. Mengapa rasululla...

Hakikat prestasi

Gambar
Prestasi itu bukan hanya kompetisi dengan sederet penghargaan dan medali, tapi prestasi itu adalah sejauh mana kita mampu bermimpi dan mengembangkannya menjadi potensi. Prestasi itu bukan tentang siapa yang layak dipuji, tapi sudah sebanyak apa ia berbagi kebaikan dan bermanfaat pada banyak generasi. Prestasi itu bukan tentang siapa nilai tertinggi ataupun banyak organisasi.  Tapi prestasi itu adalah ketika kamu kuat berdiri, berani walau sendiri dan tak tumbang bila dikritisi. . . --------------------- ------------------- Ketika mampu menjadikanmu lebih baik dari dua tahun yang lalu, terus berproses memanfaatkan waktu, sehingga tahu akan tugas (Iqro') dari Rabbmu. Itu prestasi! Ketika itu meningkatkan iman, walau kaki penat berjalan, dan hidup terus didereti ujian, Tapi tak henti mengingat Tuhan. Itu prestasi! Ketika seorang dalam kesulitan, Dan tak enggan mengulur bantuan. Sadar akan penggilan hati tapi tidak sampai mencaci. Itu prestasi! Jadi, prestasi tidaklah...

Jangan terlalu sering memaklumi

Jika kamu menjadikan pemakluman bahwa manusia banyak kesalahan, maka kamu akan terjebak dalam fikiran pemakluman pemakluman selanjutnya. Tugas kita  mengubah pemakluman itu menjadi kesadaran. Bagaimana caranya bergerak mendekati titik kesempurnaan, karena Kesempurnaan yang utuh hanyalah milikNya. Jika punya masalah jangan terjebak pada masalahnya, tapi segera fikirkan solusinya. Jika kita tau dan sadar apa yang seharusnya kita lakukan, maka semuanya akan berjalan tanpa saling menyalahkan.