Feminisme ?

Usai Bedah buku Feminisme Muslim di Indonesia bersama Ibu  Alimatul Qibtiyah Ph.D ( Anggota Majelis Tarjih Muhammadiyah & Dosen FDK UIN Sunan Kalijaga) yang merupakan hasil disertasi S3 beliau. Mba Tati (Ketua Immawati Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah D.I Yogyakarta sekaligus Masiswa S2 Kebijakan Publik UGM ). .
.
Ada hal yang seharusnya kita pahami secara historis, bahwa gerakan perempuan di Indonesia sudah lama adanya. Mulai dari sosok Cut Nyak Dien, kedudukan Bundo Kanduang di Sumatera Barat begitu pula dengan pejuang-pejuang muslimah seperti Rahmah El Yunisiyyah, dll. Perempuan Jawa seperti R.A Kartini, Dewi Sartika, dll. Ada organisasi gerakan perempuan seperti Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Fatayat, Kohati, PII Wati dan lain sebagainya. Semangat yang dibangun adalah untuk memberikan pendidikan dan pemberdayaan bagi perempuan, karena dalam perkara membaca dan menuntut ilmu Islam memberi porsi yang sama untuk menjadi perempuan yang lebih baik.  Secara substantif ada nilai perubahan kebaikan di dalamnya, namun secara bahasa Feminisme yang di adopsi selama ini adalah bahasa dan konsep feminis yang langsung ditelan mentah-mentah adalah yang berasal dari Dunia Barat. Kita lupa bahwa perempuan sudah dimuliakan sejak awal Islam datang, kemuliaan terhadap perempuan bahkan tertera banyak di dalam alQuran. Praktik dan implementasi itu sudah lama diterapkan di Indonesia baik sebelum dan sesudah kemerdekaan, namun semangat secara bahasa baru muncul belakangan tahun ini.

Memang kita perlu merevitalisasi bagaimana isu fenomenal ini sesuai sejarah dan Konsep berdasarkan agama kita sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kendalikan Baper di kalangan Akhwat.

JAMAYYKA

Jasa seorang Guru Ngaji.