Fatimah azzahra sebagai teladan

Dulu diperlihatkan tentang ketangguhan seorang anak perempuan pada suatu zaman. Bagaimana ia kuat menahan godaan, bagaimana akhlak dicerminkan, kesungguhannya dalam belajar, kesholehan dan kesantunan yang menjadi teladan. Sehingga menjadi salah satu contoh pola pendidikan. Ia kuat karena melihat orang tuanya bekerja keras, bagaimana kesabaran dan tabahnya sang ayah ketika dihina dan difitnah, sehingga apa yang dilihatnya, dirasakannya, dan di dengarnya menjadikannya sebagai anak perempuan yang kuat. Bagaimana kasih sayangnya terhadap orang tua, ia doakan. Tidak kata orang tuanya ya tidak. Itulah bukti kepatuhan dan baktinya kepada sang ayah. Kuat hatinya menyebabkan ia kuat dalam menghadapi realita. Bahkan kuat dari godaan laki-laki yang menginginkannya, beberapa kali ia tolak pemuda yang datang padanya bukan karena ia jual mahal dan tidak suka. Tapi karena hatinya kuat untuk merasakan kenyataan dan realitas dunia. Dan mengapa ia mau pada akhirnya, karena perintah ayahnya dan Do'anya pada pencipta alam semesta. Dialah perempuan yang patut diteladani yakni Fatimah Azzahra, berani mengusir Jibril saking tidak ingin ayahnya diganggu karena sedang sakit, ia putri tercinta seorang penyelamat setelah zamannya, ayahnya tak ingin putri satu-satunya yang tersisa disakiti apalagi dibuat menangis, bahkan untuk umat setelahnyapun sang ayah rela memikul sakit yang tiada tara, ialah yang patut diteladani. Anak sholehah yang memerankan tanggung jawabnya sebagai anak hingga mengurus jenazah ayahnya dan mengirimkan amalan tak terhingga berupa Do'a-Do'a.
Bagaimanakah aku di zamanku menjadi seorang anak perempuan. Apakah dizamanku sudah menjalankan pesan-pesan Tuhan untuk menjadi seorang anak yang layak mendapatkan keberkahan asuhan dan pendidikan. Ataukah aku terjebak dalam fatamorgana zaman? Semoga setiap aktifitas kita adalah keberkahan dan do'a-do'a mustajab kedua orang tua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kendalikan Baper di kalangan Akhwat.

JAMAYYKA

Jasa seorang Guru Ngaji.