Perlukah nama yang bermakna?
Setiap manusia diberikan nama oleh kedua orang tua tentu ada alasannya. Jika nama itu do'a, saya salah satu manusia yang sangat mempercayai akan hal itu.
Beberapa teman pernah datang, menanyakan seputar problem yang bergejolak dalam diri, apa yang salah aisyah? Rata-rata mereka bertanya demikian. Aku menjawab: kamu tau apa arti namamu? Kamu tau bagaimana memaknai namamu, kawand?
Jika kamu menyandang nama Muhammad, itu menjadi do'a sekaligus tugas moral untuk berusaha meneladani kepribadian beliau, walaupun kamu tidak akan bisa sempurna meneladaninya. Tapi setidaknya, dari namamu kamu tau harus menjadi seperti apa, meneladani siapa? Bagaimana caranya baca riwayat, dan siroh seputar Beliau.
Ada yang bertanya, duh saya tidak tahu arti nama saya, bahkan orang tuapun tidak tahu, itu hanya nama orang Indonesia. Oke? Siapa orang Indonesia yang kamu teladani? Barangkali ada namanya seperti namamu? Nama Indonesiapun memiliki arti dalam kehidupan. Indah misalnya atau happy, kamu harus tanya pada orang tua. Mengapa memberi nama itu, karena jadi apa kamu sekarang pada hari-harimu adalah titik demi titik do'a dari namamu.
Maka, jika suatu kelak ada seseorang yang harus kau namai, maka berilah nama-nama yang baik, yang menjadi do'a setiap orang-orang memanggilnya. Panggillah temanmu dengan nama yang baik, dan do'akan pula ia dengan penuh kebaikan.
Komentar
Posting Komentar