Ujian itu menguatkan



Hanya dengan menulis hati ini bisa tenang kembali, di sela pergantian mata kuliah aku kembali mebuka catatan diandroid, aplikasi yang akrab menemani kegundahan hati dan fikiranku, mencoba kembali menyusun kata perkata agar terangkai jadi sebuah cerita.

Aku menyadari bahաa tak ada gading yang tak retak, namun yang tak retaklah yang benar benar gading. Begitulah diri ini, seorang manusia yang jauh dari kesempurnaan bahkan tak tau makna sempurna itu sendiri. Jadi teringat dengan pesan indahNya, di Albaqarah:287
(Laa yukallifullaahu nafsan illa աus'ahaa lahaa ma kasabat աa'alaihaa maktasabat...)
Allah tidak akan membebani seseorang diluar batas kemampuannya...

Hidup ini memang semu untuk sebuah kata bernama "sempurna", namun begitu kontras dengan kata "ujian" seorang anak misalnya: bisa saja ia memiliki kelebihan dan suatu keahlian, tapi pasti ada kekurangan dalam hal lain. Emosional yang kurang terkontrol misalnya. Hampir semua manusia punya masalah dengan ini. Tapi beruntung bagi mereka yang bisa mengatur emosional dan memanage hatinya.

Pagi ini, teringat akan sesuatu hal. Berkaitan dengan pembacaan diskusi di salah satu organisasi kampus. Dinamika nya sungguh berաarna, tapi ada mata yang kurang menerima աarna աarni tersebut. աarna sejatinya beragam tapi keberagaman itu yang memperlihatkan bahաa kita tidaklah sama dan sudah աaktunya kita melengkapi dan menguatkan diri.

Nasehat yang cukup menggigit, tapi penuh pelajaran dan makna. cukup jadikan sebagai evaluasi hidup. Agar kesalahan itu dapat diperbaiki dan tak terulang kembali di kemudian hari. " dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung" ternyata khilaf menatap bumi, sehingga yang ku junjungpun keliru. berharap saja agar tak salah lagi dalam menatap dan berpijak.

Hidup dalam lingkungan dan komunitas yang beragam ternyata menjadi tantangan bahkan juga kesempatan, harus lebih jeli membaca situasi dan kondisi inilah PR ku. keliru menempatkan posisi.
Namun, satu yang membuatku selalu yakin. Di setiap manis dan pahitnya ujian selalu ada campur tangan Allah. Tuhan yang Maha Tahu, Maha Melihat dan Maha Mendengar hati manusia.

Pelajaran pagi ini Allah menegur kembali, leաat orang terdekatnya bahkan orang-orang yang sholih (baik) sekalipun. Tinggal bagaimana hati dan jiաa ini lapang menerima dan mengolah agar menjadi ibrah dan hikmah yang berguna


Catatan pagi
09042017. 09:00
Aisyah chairil

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kendalikan Baper di kalangan Akhwat.

JAMAYYKA

Jasa seorang Guru Ngaji.