Sarasehan Aktivis LDK se Yogyakarta

Eksistensi LDK menuju Indonesia jaya
        Oleh: Syukri Kurnia Rahman
         (Ketua FSLDKN 2015/2016)

Ada satu titik dalam kehidupan kita yang pernah  kita lewati, dan titik ini akan terus menjadi sambungan. Tidak akan pernah menyesal jika seseorang dalam hidupnya  terus melakukan kebaikan. Sebuah kutipan yang disampaikan Akhina  Syukri Kurnia Rahman, mantan ketua Puskomnas LDK 2015/2016.

Perlu belajar pada orang-orang Jepang, mereka bekerja, gagal dan evaluasi,kerja lagi, gagal lagi dan terus evaluasi. Kumpulan evaluasi ini kemudian menghasilkan sebuah rumus yang membentuk suatu pola yang menjadi prinsip hidup dan di praktikan dalam kehidupan. Itu sebabnya mereka lebih disiplin dan menghargai waktu dan proses.

Problem hari ini adalah 80% aktivis LDK dari sabang sampai Merauke lupa dengan peningkatan kualitas diri secara ruhiyyah. Berdasarkan tinjauan survey di lapangan, masih banyak kader yang tidak mengamalkan ibadah Sunnah, jangankan sunnah subuh saja masih telat. Sholat  dikemudiankan karena ada syuro, dhuha gak diamalkan, apalagi tahajud. Nagh, kenapa ada halaqah atau liqoq? Karena untuk mengontrol amalan harian para kader, bukan tempat ceramah atau kajian dari murobbinya.hal tersbut justru berdampak pada keistiqamahan dan kualitas kader. Faktanya, event dan kepanitian kadang menjadi sebuah kesibukan yang tiada henti. Hal inilah yang perlu dievaluasi kembali, sejauh mana kita telah mengalami proses. Apakah kita menjadi sosok yang lebih baik atau malah sebaliknya?

Eksistensi LDK dapat diwujudkan dengan tiga hal utama:
Pertama, Istiqamah dalam amalan ibadahnya. apabila kader LDK dapat menjaga Ibadahnya adalah suatu kewajiban dan sudah sewajarnya Ikhwan memakmurkan mesjid, terjun ke masyarakat, mengajak mahasiswa yang belum mengenal Dan mengamalkan Islam dengan baik, yang akhwat berbaur dengan yang lain tidak menutup diri untuk berdakwah pada siapapun, genggam tangan mereka yang mungkin dari segi penampilan terlihat berbeda dari kita. Ini merupakan tantangan hari ini untuk para aktivis di Nusantara.
Ketua puskomda kalbar dengan menjaga keistiqamah dalam amalan dan ibadahnya, hingga hari ini beliau menjadi cerminan mahasiswa karena berkesempatan melanjutkan studi di luar negri dan sudah mengelilingi banyak negara di dunia. Dalam waktu sesempit apapun, selalu ditempatkan untuk beribadah. Punya posisi strategis di senat Mahasiswa dan beberapa organisasi lainnya, ketua Puskomda LDK, mahasiswa prestasi 2015/2016.
Managem waktu yang baik dan keistiqamahan inilah yang patut kita tiru hari ini.

Kedua, pahami ranah dakwah kita. Orang pinter dan cerdas beda dakwahnya dengan orang yang alim dan lebih paham agama, demikian halnya dengan orang-orang yang belum mengenal sama sekali, atau yang hanya tau dan belum mengamalkan.

Orang pinter,akademik nya bagus, yang suka main di perpus kantin dan semacamnya mereka lebih tertarik dengan dakwah kasuistik, teori buku-buku, discussion dan saling sharing ilmu.
Ini justru membantu kita dalam meningkatkan minat baca generasi muda di Indonesia. Berdasarkan hasil survey UNESCO  Indonesia berada pada Tragedi 0 Buku, rata-rata 15 Halaman/Minggu. Jauh berbeda dengan negara-negara lain.

Persoalan kecil contohnya, beberapa kader LDK tidak mempedulikan IPK. Karena ada sebagian yang beranggapan IPK tidak menjamin masa depan dan kesuksesan. Pertanyaan yang kemudian muncul untuk seluruh aktivis kampus, bagaimana kita bisa menyelesaikan persoalan besar jika persoalan kecil saja tidak bisa (IPK)

Sebagus apapun pemimpinnya, serapi apapun aturannya, jika yang kader-kader yang dipimpin masih belum bisa tegas dengan dirinya tetap akan menimbulkan sebuah problem. Salahuddin Al Ayyubi salah satunya yang menyelamatkan palestina, yang selalu dilatih oleh pamannya dipersiapkan hingga salahuddin menjadi seorang panglima. Tapi, karena masyarakat yang dipimpinnya tidak tepat, belum tegas. hal ini juga tidak membantu eksistensi salahuddin.
Satu analogi, banyak masyarakat Indonesia yang menginginkan pemimpin seperti erdogan, rakyatnya sejahtera. Tapi jika erdogan yang dijadikan pemimpin di Indonesia yang ada malah stress karena melihat pribadi dan individu rakyat Indonesia. Berbeda dengan masyarakat Turki yang sudah terbangun secara baik pada tiap-tiap individu masyarakatnya.

Ketahuilah ikhwah, Jika engkau sudah dekat dengan Allah, Rajin Ibadah, selalu bersyukur, maka apapun yang diminta akan diberikan oleh Allah. Karena engkau telah melaksanakan kewajiban maka engkau berhak meminta dan mendapatkan apa yang engkau butuhkan.

Menjadi pengurus di Aktifis Dakwah Kampus haruslah profesional, mampu terbuka dengan lingkungan di luar lembaga yang amat membutuhkan peran kita, bacalah situasi di sekitar lingkungan, berakhlaqul karimah dan memiliki tujuan yang jelas dalam menjalankan amanah sebagai Aktivis Dakwah.

Akh syukri menutup pertemuan hari itu dengan sebuah kutipan oleh Anies Baswedan. "Pemuda adalah sejarah soekarno dimasa lalu, tapi Pemuda hari ini mereka yang tegas menawarkan masa depan.


Upn 2, 260217.
 by: Aisyah chairil

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kendalikan Baper di kalangan Akhwat.

JAMAYYKA

Jasa seorang Guru Ngaji.