IMAMI
Foto ini adalah salah satu dokumentasi paguyuban mahasiswa Minang. Yang lebih dikenal dengan sebutan IMAMI "Ikatan Mahasiswa Minang" Yogyakarta. Skopnya lebih luas mempertemukan antar suku-suku , sekolah yang berbeda antar kotanya. Semuanya tergabung dalam paguyuban ini. Bahasa yang lebih beragam namun disatukan oleh kekuatan dan ikatan Minangkabau. Rasa senasib dan sepenanggungan yang membuat paguyuban ini terus bertahan sampai detik ini.
Sebelumnya IMAMI masih didominasi oleh mahasiswa UIN, masih homogen dan belum berbaur dalam lingkup Yogyakarta. mengingat, bahwa UGM memiliki paguyuban daerah bernama FORKAMI hanya saja dikhususkan untuk mahasiswa dan mahasiswi UGM. Namun, ikatan dan silaturrahmi keduanya tetap bisa terjalin dibuktikan adanya even-even forkami yang selalu mengundang IMAMI. Sehingga rasa kebersamaan itu masih tetap terpupuk sampai saat ini.
Foto ini diambil saat Makrab IMAMI di pantai kukup Gunung Kidul, sekaligus ditempat ini saya dititipkan amanah untuk membersamai pengurus dalam membangkitkan kembali IMAMI . pengalaman ini jelas tidak akan terlupakan, disini saya mengenal kawand, uda uni, adiak, orang tua sekaligus keluarga yang membuat saya semakin menjadi seseorang yang beruntung bisa belajar dari amanah menjadi pengurus IMAMI.
Sebelum menjadi Bendahara IMAMI ditempat ini, saya juga sempat belajar menjadi ketua panitia Sikrab ( Siang keakraban) di babarsari, Sleman. ya, tidak mudah menjadi seorang ketua, apalagi perempuan harus menyeimngkan antara perasaan dan akalnya. sehingga dapat tetap kuat dan rasional dalam menjalankan tugasnya. Saya selalu menganggap bahwa amanah ataupun jabatan sebagai instrumen untuk meningkatkan kapasitas sebagai manusia dan wanita yang akan menghadapi berbagai persoalan kehidupan yang lebih kompleks dan beragam.
Allah memberikan amanah, karena manusia itu mampu
Allah tidak salah memilih pundak, maka kerjakan dan selesaikanlah semata karenaNya.

Komentar
Posting Komentar